Sabtu, 17 September 2011

Cukuplah || Puisi

cukuplah,
hati menjadi debu yang terhapus angin . .
hati menjadi air yang terbawa ombak . .
hati menjadi batu yang keras tak terbalas . .
hati menjadi duri yang menyakitkan . .

cukuplah,
aku menjadi diriku sendiri . .
berlari tanpa arti . .

berkata,
mencerca sejarah tanpa arah . .
tetap tak berubah . .

lelah,
mencari tujuan palsu . .
khayalku semu, tak tentu . .

ku rasa,
semua sama . .
bersih, tanpa dosa . .

cukuplah,
aku menentang kata . .
terpaku pada bisu . .

#dimana semua kembali semu#


|> Fajar Ryandoko, 17 September 2011 pukul 22:26 

Senin, 09 Mei 2011

9.5.11 || Puisi

- tanpa judul-

Terkadang hati berkata,
Ambigu,entah apa itu..
Pahami sebuah makna,
Berkata dalam bisu..
Ku rangkai dalam kata,
Lalu terucap,
Aku rindu padamu...


|> Fajar Ryandoko, 9 Mei 2011
 

Kamis, 31 Maret 2011

Hati Berkata || Puisi

Teringat hati berkata..
Kepalsuan tanpa arti..
Keraguan tanpa makna..
Kebimbangan tanpa sebab..
Kebencian tanpa naluri..
Ketakutan tanpa logika..
Akankah kita berhenti?
-disaat hati berkata-


|> Fajar Ryandoko, 31 Maret 2011 pukul 18:58

Selasa, 18 Agustus 2009

Maaf || Puisi

maaf,
kalau aku
tak sempurna

tak seindah
bulan purnama
di malam sepi

tak secerah
mentari
pagi tadi

tetapi,
aku butuh
kamu

untuk
sempurnakan
hidupku

*dgn sdikit prubahan*

|> Fajar Ryandoko, 18 Agustus 2009


[ASLI]

Maaf,
Kalau aku
Tak sempurna

                  Tak seindah
                  Bulan purnama
                  Di malam sepi

Tak secerah
Mentari
Pagi tadi

                  Namun,
                  Aku butuh
                  Dirimu

Untuk
Sempurnakan
Hidupku



|> Fajar Ryandoko, August 17th, 2009